Istriku Nurliza Rambe, biasa kupanggil Lisa, kelahiran Jambi namun orang tuanya berasal dari Tapanuli. Ia sendiri lahir di Jambi, sekolah di Jambi kemudian melanjutkan kuliah di Bandung dibidang Akuntansi, Aku menikah dengannya pada tanggal 4 Agustus 1995 dan kemudian resepsi tanggal 6 Agustus 1995 di Jambi.
Sebenarnya aku mengenalnya secara singkat. Ia bekerja di Bank. Bank tersebut membuka cabang dikantorku di Bandung. Aku melihatnya, kemudian berkenalan, melamar, waktunya tidak sampai 2 bulan kemudian kami menikah.
Dasar jodoh, ia sebetulnya masih famili dosenku saat masih kuliah di psikologi. Jadi kita kaget aja ternyata bukan orang jauh. Ia sempat tinggal dirumah mertua adiknya yang ternyata juga sang ibu mertua tersebut pernah tinggal lama di Aceh dan mengenal orang tuaku. Memang dunia ini kadang-kadang terasa kecil, kemana-mana kita pergi bertemu dengan orang yang sudah kita kenal. Seperti pengalaman ku ketika pada tahun 1992 ke Amerika. Pada saat ingin berangkat dari Los Angeles ke Washington, saat check in di airport LA ketemu teman semasa kuliah di psikologi Unpad, ia bekerja di Canadian Air LA, ya memang dunia ini sempit.
Demikian juga saat aku ke London, UK, ketemu tanpa sengaja dengan Bapak Sunten Manurung, yang sebelumnya pernah bekerja di Konjen RI Los Angeles. Ia banyak membantu saat aku ditugaskan Telkom untuk merekrut para mahasiswa Indonesia di Amerika yang sedang mengambil program master. Nah, saat aku melakukan tes di Houston, aku tidak tahu salah satu peserta tes adalah teman baik istriku saat sekolah semasa SMA di Jambi (waktu itu aku juga belum kenal dengan istriku). Ketahuannya setelah menikah, istriku membuka arsip foto kegiatanku, dia kaget saat melihat ada foto sahabatnya yang sedang aku tes saat di Houston, USA, lagi-lagi dunia ini tidak luas-luas amat.
Di Sydney, saat hunting di Paddys Market kepergok dengan beberapa teman semasa kuliah di Bandung. Demikian juga di beberapa tempat lain seperti Hongkong, Singapore, Bangkok, Beijing, Shenzhen, Madinah dan Makkah. Masih banyak kejadian lain, dimana aku ketemu dengan orang-orang yang sudah sekian lama tidak bertemu, ditempat yang tidak diduga. Dunia sempit, tapi hati kita harus luas kan?